BENER MERIAH : Bupati Bener Meriah, Tagore Abubakar dan Wakil Bupati, Armia menjadi narasumber dalam riset yang digelar Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) bersama Griffith University, Australia, Sabtu, 30 Mei 2026.
Wawancara penelitian yang berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting di Pendopo Bupati Bener Meriah itu mengangkat tema Polycrisis Leadership and Integrated Risk Communication: A Systems-Based Qualitative Study of Environmental, Social, and Governance Crises in Indonesia.
Riset tersebut menyoroti bagaimana para pemimpin daerah menghadapi berbagai krisis yang terjadi secara bersamaan, mulai dari persoalan lingkungan, sosial, hingga tata kelola pemerintahan.
Dalam sesi wawancara, Tagore memaparkan pengalaman Pemerintah Kabupaten Bener Meriah dalam mengelola berbagai tantangan pembangunan, termasuk penanganan risiko bencana dan strategi komunikasi pemerintah saat menghadapi situasi krisis.
Menurut dia, kompleksitas persoalan daerah saat ini menuntut pola kepemimpinan yang tidak hanya responsif, tetapi juga mampu membangun kolaborasi lintas sektor.
“Kepemimpinan yang adaptif, kolaboratif, dan berbasis data menjadi kunci menghadapi berbagai persoalan yang semakin kompleks,” kata Tagore. Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah, masyarakat, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya diperlukan agar solusi yang dihasilkan dapat berkelanjutan.
Wakil Bupati Armia dalam kesempatan yang sama menyoroti pentingnya komunikasi risiko yang terintegrasi dalam mendukung efektivitas kebijakan publik. Menurut dia, keterbukaan informasi dan pelibatan masyarakat menjadi fondasi penting dalam membangun ketahanan daerah ketika menghadapi berbagai ancaman dan krisis.
“Partisipasi masyarakat dan transparansi informasi menjadi faktor penting untuk memperkuat kepercayaan publik sekaligus meningkatkan daya tahan daerah,” ujarnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Bener Meriah Riswandika Putra, Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh dan Kesejahteraan Rakyat Khairmansyah, serta Pelaksana Tugas Kepala Dinas PUPR Alfahmi.
Partisipasi Bener Meriah dalam riset yang melibatkan perguruan tinggi nasional dan internasional itu diharapkan dapat memperkaya kajian akademik mengenai kepemimpinan daerah, komunikasi risiko, serta tata kelola pemerintahan yang mampu merespons tantangan global maupun lokal.
Selain menjadi forum penelitian, kegiatan itu juga menjadi ruang pertukaran pengalaman antara pemerintah daerah dan kalangan akademisi dalam merumuskan pendekatan yang lebih efektif untuk menghadapi krisis yang semakin kompleks di masa depan.(*)
Laporan : Afrian Termulo
Editor : Muhammad Al Fatih





