BENER MERIAH : Asap belum sepenuhnya hilang dari puing-puing rumah yang hangus terbakar di Desa Gunung Tunyang, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah. Di tengah duka yang menyelimuti para korban, Pemerintah Kabupaten Bener Meriah bergerak menyalurkan bantuan tanggap darurat, Rabu, 17 Juni 2026.
Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 07.30 WIB itu menghanguskan dua unit rumah warga. Warga bersama petugas pemadam kebakaran berjibaku menahan laju api agar tidak merembet ke bangunan lain yang berada di kawasan permukiman padat tersebut.
Camat Timang Gajah, Candra Sasmita, mengatakan pemerintah daerah menyampaikan belasungkawa atas musibah yang menimpa warga Desa Gunung Tunyang. Menurut dia, bantuan darurat telah disalurkan melalui instansi terkait untuk membantu meringankan beban para korban.
“Pemerintah daerah turut berduka atas musibah ini. Kami berharap para korban diberi ketabahan dan kekuatan untuk menghadapi cobaan ini,” kata Candra saat meninjau lokasi kebakaran.
Selain bantuan kebutuhan dasar, pemerintah juga bergerak mengurus dokumen kependudukan milik warga yang ikut terbakar. Kecamatan Timang Gajah telah berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bener Meriah guna mempercepat penerbitan kembali dokumen penting seperti Kartu Keluarga dan Kartu Tanda Penduduk.
“Kami sudah menyampaikan permohonan kepada Disdukcapil agar dokumen kependudukan yang terdampak dapat segera diterbitkan kembali,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bener Meriah, Safriadi, mengatakan enam unit armada pemadam kebakaran diterjunkan untuk mengendalikan kobaran api.
Armada tersebut berasal dari Posko Utama, Pos Bandar, Pos Lampahan, dan Pos Singah Mulo. Upaya pemadaman turut melibatkan personel TNI, Polri, serta masyarakat setempat.
“Petugas membutuhkan waktu sekitar satu jam untuk menguasai api. Kebakaran berhasil dipadamkan sekitar pukul 08.30 WIB,” kata Safriadi.
Belum ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun kerugian material diperkirakan cukup besar karena sebagian besar bangunan dan harta benda penghuni tidak sempat diselamatkan.
Di antara puing-puing yang tersisa, warga kini mulai membersihkan lokasi dan berupaya menata kembali kehidupan mereka. Pemerintah daerah memastikan penanganan pascabencana akan terus dilakukan hingga kebutuhan dasar para korban terpenuhi.





