BENER MERIAH : Harga sejumlah bahan pangan di Kabupaten Bener Meriah mulai menunjukkan tren penurunan pada pekan kedua Mei 2026. Penurunan itu terungkap dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah yang digelar Kementerian Dalam Negeri secara virtual, Senin, 18 Mei 2026.
Rapat yang dipimpin Sekretaris Jenderal Kemendagri Tomsi Tohir tersebut turut membahas dana alokasi khusus nonfisik untuk pengawasan obat dan makanan, serta sosialisasi penyelenggaraan jaminan produk halal.
Dari ruang rapat pemerintah daerah di Redelong, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Bener Meriah mengikuti pertemuan itu bersama sejumlah instansi terkait. Hadir antara lain Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setdakab Bener Meriah Ihsan, Kepala BPS Bener Meriah Raja Maulana, unsur Inspektorat, BPKPA, Dinas Perdagangan, hingga perwakilan Dinas Pertanian dan Peternakan.
Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setdakab Bener Meriah, Ihsan, mengatakan Indeks Perubahan Harga (IPH) pada minggu kedua Mei 2026 tercatat minus 0,33 persen. Angka itu menunjukkan adanya penurunan harga pangan dibandingkan periode sebelumnya yang berada di angka 0,72 persen.
“Secara umum terjadi penurunan harga bahan pangan di Bener Meriah sebesar 0,33 persen,” kata Ihsan dalam pemaparannya.
Menurut dia, penurunan harga paling besar berasal dari komoditas daging ayam ras yang menyumbang penurunan sebesar 0,33 persen. Disusul telur ayam ras sebesar 0,07 persen dan gula pasir sebesar 0,03 persen.
Turunnya sejumlah harga kebutuhan pokok tersebut dinilai menjadi sinyal positif bagi stabilitas pasokan pangan di daerah dataran tinggi penghasil kopi itu. Pemerintah daerah pun diminta terus memperkuat koordinasi lintas sektor guna menjaga laju inflasi tetap terkendali, terutama menjelang momentum hari besar keagamaan dan meningkatnya kebutuhan masyarakat.(*)
Laporan : Afrian Termulo





