JAKARTA : Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bener Meriah membawa dua agenda utama ke Kementerian Sosial. Wakil Bupati Bener Meriah, Armia, meminta dukungan pemerintah pusat untuk merealisasikan Program Sekolah Rakyat sekaligus mempercepat bantuan bagi warga yang terdampak bencana hidrometeorologi.
Didampingi Kepala Dinas Sosial Bener Meriah, Hasimi IB, Wakil Bupati bertemu Wakil Menteri Sosial RI, Agus Jabo Priyono, di Gedung Kementerian Sosial, Jakarta Pusat, Senin, 22 Juni 2026.
Dalam audiensi itu, Armia menegaskan Bener Meriah membutuhkan intervensi pemerintah pusat untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat miskin melalui Program Sekolah Rakyat. Menurut dia, program tersebut diharapkan menjadi solusi bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu agar memperoleh pendidikan yang layak.
Selain isu pendidikan, Armia juga memaparkan dampak bencana hidrometeorologi yang dalam beberapa waktu terakhir melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bener Meriah. Bencana itu, kata dia, telah memengaruhi kehidupan masyarakat sehingga membutuhkan dukungan pemerintah pusat.
Pemerintah Kabupaten Bener Meriah mengusulkan penyaluran bantuan sosial berupa kebutuhan hidup dasar hingga jaminan hidup (jadup) bagi warga yang terdampak. Bantuan tersebut dinilai penting untuk membantu pemulihan masyarakat pascabencana.
“Kami datang membawa kebutuhan masyarakat Bener Meriah, mulai dari penguatan akses pendidikan melalui Program Sekolah Rakyat hingga bantuan sosial bagi warga terdampak bencana hidrometeorologi. Kami berharap usulan ini dapat segera ditindaklanjuti sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” kata Armia.
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menyatakan menerima berbagai usulan yang disampaikan Pemerintah Kabupaten Bener Meriah. Ia memastikan kementeriannya akan mempelajari dan menindaklanjuti permintaan tersebut sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.
Audiensi itu menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Bener Meriah memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat guna memperoleh dukungan terhadap program kesejahteraan sosial, peningkatan akses pendidikan, serta percepatan penanganan masyarakat yang terdampak bencana.(*)
Laporan : Al Fatih





