BIREUEN : Persatuan Mahasiswa Gayo Bireuen (PEMAGAB) resmi memiliki kepengurusan baru. Melalui musyawarah organisasi yang berlangsung pada Kamis, 18 Juni 2026, Mulya Fitrah ditetapkan sebagai Ketua Umum didampingi Ali Akbar sebagai Wakil Ketua Umum untuk masa bakti 2026–2027.
Pemilihan berlangsung dalam suasana demokratis dan diikuti mahasiswa asal dataran tinggi Gayo yang sedang menempuh pendidikan di Kabupaten Bireuen. Mereka berasal dari Kabupaten Bener Meriah, Aceh Tengah, Gayo Lues, hingga Aceh Tenggara.
Forum tersebut menjadi momentum konsolidasi mahasiswa Gayo di perantauan sekaligus menentukan arah organisasi untuk satu tahun ke depan. Proses pemilihan berjalan melalui mekanisme musyawarah yang mengedepankan kesepakatan bersama di antara anggota.
Ketua demisioner PEMAGAB, Suryansyah, mengatakan seluruh tahapan pemilihan berlangsung sesuai aturan organisasi sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).
“Proses berjalan tertib, aman, dan penuh semangat kekeluargaan. Hasil ini merupakan kesepakatan bersama yang mewakili aspirasi seluruh anggota sehingga dapat dipertanggungjawabkan secara organisasi,” kata Suryansyah.
Ia menilai kepengurusan baru menghadapi tantangan untuk menjaga soliditas mahasiswa Gayo di Bireuen sekaligus memperkuat peran organisasi sebagai ruang pengembangan kapasitas generasi muda.
Menurut dia, PEMAGAB tidak hanya berfungsi sebagai wadah silaturahmi mahasiswa perantauan, tetapi juga memiliki peran strategis dalam menjaga identitas dan budaya Gayo di tengah lingkungan akademik yang beragam.
Dengan terpilihnya Mulya Fitrah dan Ali Akbar, anggota organisasi berharap lahir berbagai program baru yang mampu mempererat kebersamaan mahasiswa Gayo serta meningkatkan kontribusi mereka di bidang pendidikan, sosial, dan budaya.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama dan sesi foto sebagai simbol dimulainya estafet kepemimpinan baru di tubuh PEMAGAB. Kepengurusan yang baru diharapkan segera menyusun agenda kerja dan merealisasikan program yang menyentuh kebutuhan mahasiswa Gayo di Kabupaten Bireuen.
Laporan : Romadani





