Tiga Kampus Dunia Terima Putra Gayo, Fakhri Menanti Jalan ke Negeri Impian

Aktual Aceh

ACEH TENGAH : Di sebuah rumah sederhana di dataran tinggi Gayo, Aceh Tengah, doa-doa itu terus dipanjatkan. Bukan lagi tentang lulus sekolah atau sekedar masuk perguruan tinggi negeri. Kini, harapan keluarga Hazairin tertuju jauh melintasi batas negeri ke Singapura, Australia, dan Hong Kong.

Kabar membanggakan itu datang dari M Fakhri Al-Faruq, pelajar asal Gayo yang berhasil diterima sekaligus di tiga kampus bergengsi dunia untuk jenjang S-1.

Ketiganya bukan universitas biasa. Ada Nanyang Technological University yang kini menempati peringkat 12 dunia, The University of Queensland di posisi 42 dunia, serta The Hong Kong University of Science and Technology yang berada di peringkat 44 dunia.

“Alhamdulillah, diterima di tiga kampus tadi. Letter of Acceptance (LoA)-nya juga sudah keluar. Tinggal menunggu seleksi Beasiswa Garuda gelombang kedua,” kata Hazairin, ayah Fakhri kepada Aktual Aceh,  Jumat, 22 Mei 2026.

Bagi keluarga ini, kabar penerimaan tersebut bukan hanya prestasi akademik. Ia menjadi simbol bahwa anak dari daerah pegunungan Aceh juga mampu bersaing di panggung pendidikan internasional.

Hazairin bercerita, putranya sebelumnya sempat mengikuti seleksi Beasiswa Garuda gelombang pertama. Namun hasilnya belum berpihak.

“Sayangnya belum rezeki. Mudah-mudahan gelombang kedua ini dimudahkan dan dapat beasiswanya, sehingga tetap bisa S-1 di luar negeri, insyaAllah. Mohon doanya,” ujarnya penuh harap.

Di tengah penantian itu, Fakhri tak berhenti membuka peluang. Alumni SMA Negeri 10 Fajar Harapan tersebut juga mengikuti UTBK sebagai langkah cadangan jika impiannya belajar di luar negeri belum menemukan jalan pembiayaan.

“Ikut UTBK juga. Tanggal 25 Mei 2026 ini pengumumannya. InsyaAllah yang terbaik buat Fakhri,” kata Hazairin.

Perjalanan Fakhri bukan kisah yang lahir tiba-tiba. Sebelum menembus kampus-kampus elite dunia, ia menempuh pendidikan dasar dan menengah di SD dan SMP IT Cendikia Takengon. Dari tanah dingin Gayo itulah, cita-cita besar itu tumbuh perlahan.

Kini, keluarga Fakhri berharap ada perhatian dari pemerintah daerah. Hazairin berharap Pemerintah Aceh maupun Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah dapat membantu pendidikan putranya apabila Beasiswa Garuda kembali belum berpihak.

Sebab di balik sederet LoA dari kampus kelas dunia itu, masih ada satu hal yang belum pasti: ongkos untuk menjaga mimpi tetap hidup.(*)

Laporan : Afrian Termulo 

BERITA TERKAIT