BENER MERIAH : Suasana haru bercampur bangga menyelimuti Gedung Olahraga Kabupaten Bener Meriah, Sabtu, 16 Mei 2026. Sebanyak 49 santri Pesantren Modern Al-Manar resmi diwisuda dalam kegiatan Haflah Akhirusannah, sebuah momentum sakral penutup perjalanan pendidikan mereka selama tiga tahun di pesantren.
Dengan mengusung tema “Ilmu dan Iman sebagai Bekal Masa Depan”, kegiatan itu menjadi penanda berakhirnya masa belajar bagi 19 santri putri dan 30 santri putra. Tidak hanya menjadi seremoni kelulusan, Haflah Akhirusannah juga menjadi ruang penuh makna yang mempertemukan rasa syukur, kebanggaan, hingga perpisahan emosional antara santri, guru, dan orang tua.
Acara diawali dengan berbagai penampilan seni dari santri kelas 7 dan 8. Penampilan puisi berantai yang dibawakan Fina Syahriana, Dina Zahira, dan Qonita sukses membuka suasana dengan penuh penghayatan. Nuansa budaya Gayo kemudian terasa kuat saat santri putra kelas 8 menampilkan kesenian didong yang memukau para tamu undangan.
Tak kalah meriah, tari Ratoh Jaroe turut menghibur hadirin dengan gerakan kompak dan enerjik. Penampilan ditutup dengan lipsync lagu-lagu religi bertema pesantren oleh santri putra kelas 7 sebagai bentuk motivasi dan penyemangat dalam menuntut ilmu.
Ketua panitia, Ustazah Fitria Anggun Wahyuni, menjelaskan bahwa pihak pesantren memberikan penghargaan kepada santri akhir berdasarkan sejumlah indikator, mulai dari akhlak selama menempuh pendidikan, capaian akademik sejak kelas 7 hingga kelas 9, hingga kontribusi wali santri terhadap pendidikan anak mereka di pesantren.
“Berdasarkan hasil penilaian tersebut, santri dibagi dalam empat kategori peringkat, yakni Makbul sebanyak 19 santri, Jayyid 14 santri, Jayyid Ziddan 12 santri, dan Mumtaz sebagai peringkat terbaik,” ujar Fitria.
Tahun ini, terdapat empat santri yang berhasil meraih predikat Mumtaz, yakni Nabila Ayuniza, Hayatin Nazwa, Sultan Alfarisyi, dan Bahri Khalis. Selain itu, pesantren juga memberikan penghargaan kepada santri berprestasi yang telah mengharumkan nama Al-Manar dalam berbagai ajang akademik maupun non-akademik.
Wakil Pimpinan Yayasan, Ustad Usman Abdul Hamid, dalam sambutannya berpesan agar para santri terus menjaga identitas dan nilai-nilai yang telah diperoleh selama mondok di pesantren.
“Ilmu yang didapat jangan sampai hilang dan menjadi sia-sia. Amalkan dalam kehidupan sehari-hari. Sampai kapan pun, jiwa santri harus tetap melekat, apa pun profesi dan jabatan nantinya,” katanya.
Ucapan selamat juga disampaikan Khania Ruhama, santri kelas 8 yang mewakili adik kelas mereka. Ia berharap seluruh lulusan dapat membawa manfaat bagi masyarakat melalui ilmu yang telah diperoleh selama belajar di pesantren.
Puncak haru terjadi saat para santri akhir melakukan sujud syukur sebagai bentuk rasa terima kasih atas perjalanan panjang yang telah mereka lalui. Tangisan pecah ketika para santri berpamitan dengan ustad, ustazah, staf, dan seluruh keluarga besar pesantren yang selama ini menjadi rumah kedua bagi mereka.
Para wali santri pun turut menyampaikan rasa terima kasih atas pendidikan dan pembinaan yang diberikan kepada anak-anak mereka. Banyak orang tua mengaku melihat perubahan besar dalam sikap, akhlak, dan kedisiplinan anak setelah menempuh pendidikan di Pesantren Modern Al-Manar.
Kegiatan Haflah Akhirusannah itu turut dihadiri perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Bener Meriah, Mursaha. Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyerahkan piagam penghargaan kepada santri yang berhasil menorehkan prestasi di bidang akademik maupun non-akademik.(*)
(Release)





