
BENER MERIAH : Gempa tektonik berkekuatan Magnitudo 4,7 mengguncang wilayah Kabupaten Bener Meriah dan sekitarnya, pada Selasa, 25 November 2025 sekira pukul 00.30 WIB.
Berdasarkan laporan BMKG, gempa susulan terjadi hingga lima kali. Pusat gempa terletak pada koordinat 4,91 derajat Lintang Utara (LU) dan 96,78 derajat Bujur Timur (BT), tepatnya berlokasi di darat pada jarak 22 kilometer barat laut Kabupaten Bener Meriah di kedalaman empat kilometer.
Badan Geologi Kementerian ESDM Republik Indonesia menyebutkan pasca kejadian gempa Magnitudo 4,7 itu, gempa Vulkanik Dalam di Gunung Api Burni Telong, Bener Meriah mengalami peningkatan.
Pada pukul 00.00 sampai 06.00 WIB tadi pagi, telah terekam 18 kali gempa Vulkanik Dalam, 6 kali gempa Tektonik Lokal dan 6 kali gempa Tektonik Jauh.
Untuk peningkatan kegempaan saat ini dipengaruhi oleh peningkatan aktvitas tektonik regional di sekitar Burni Telong. Hal ini terlihat dengan meningkatnya jenis gempa Tektonik Jauh maupun Tektonik Lokal.
“Kondisi terjadi sejak bulan Juli 2025 dan telah terjadi 6 kali peningkatan gempa Vulkanik Dalam. Pengamatan visual menunjukan aktivitas hembusan asap kawah masih tidak teramati,” tulis Badan Geologi dalam laporan khusus, Selasa, 25 November 2025.
Oleh karena itu, berdasarkan pengamatan visual dan instrumental, tulis Badan Geologi, tingkat aktivitas gunung Burni Telong dinaikan dari level I Normal menjadi level II Waspada terhitungg sejak pukul 09.00 WIB tadi pagi.
“Masyarakat atau pengunjung direkomendasikan tidak mendekati area kawah Burni Telong dalam radius 1,5 kilometer dan tidak berada di daerah fumarol dan solfatara pada saat cuaca mendung atau hujan karena konsenstrasi gas dapat membahayakan kehidupan,” tulisnya.(*)
Laporan : Mohammad Al Fatih





