ACEH TENGAH : Malam pertama setelah kebakaran menjadi ujian lain bagi warga Kampung Jeget Ayu, Kecamatan Jagong Jeget, Kabupaten Aceh Tengah. Rumah mereka telah rata dengan tanah. Kini sebagian korban harus tidur berdesakan di tenda pengungsian dengan menghadapi udara dingin dataran tinggi itu.
Kebakaran yang terjadi sehari sebelumnya menghanguskan 96 rumah atau bangunan milik 72 kepala keluarga. Tenda pengungsian didirikan di halaman Masjid Pancasila atau Masjid Al Muhajirin, Kampung Jeget Ayu.
Di tempat itu, para korban mencoba melewati malam dengan fasilitas seadanya. Selimut menjadi salah satu kebutuhan yang paling mendesak.
Pantauan wartawan aktualaceh.id, Senin, 10 Agustus 2026, sehari setelah kebakaran, bantuan mulai mengalir ke lokasi pengungsian. Warga dari sejumlah komunitas dan daerah sekitar datang membawa pakaian layak pakai, sembako, makanan, dan kebutuhan harian lainnya.
Namun, derasnya bantuan belum sepenuhnya menjawab kebutuhan para pengungsi. Selimut dan pakaian dalam masih diperlukan.
Joko Susilo, warga setempat, mengatakan sebagian korban memilih tidur di tenda pengungsian. Sebagian lainnya menumpang di rumah kerabat di Kecamatan Jagong Jeget.
Persoalannya, kata dia, udara malam di Jagong Jeget cukup dingin. Mereka yang tidur di tenda harus menahan hawa dingin tanpa perlengkapan tidur yang memadai.
“Ya, semalam para korban memilih tidur di tenda pengungsian. Sebagian lainnya tidur di rumah saudara mereka yang berada di Kecamatan Jagong Jeget. Korban yang tidur di pengungsian mengeluhkan rasa dingin,” ujar Joko.
Pemerintah daerah, menurut Joko, telah menyalurkan sejumlah selimut. Tetapi jumlahnya belum sebanding dengan kebutuhan pengungsi.
“Memang sudah ada selimut bantuan dari Pemda, tetapi karena cuaca begitu dingin, selimut itu tidak cukup,” katanya.
Kondisi itu membuat kebutuhan bantuan kini bergeser dari sekadar makanan dan pakaian. Para korban membutuhkan perlengkapan yang dapat membuat mereka bertahan melewati malam.
Joko meminta masyarakat yang hendak menyalurkan bantuan memprioritaskan kebutuhan tersebut.
“Bagi warga yang ingin membantu, kebutuhan yang mendesak saat ini adalah selimut dan pakaian dalam bagi para korban kebakaran,” ujarnya.(*)
Laporan: Romadani





