ACEH TENGAH : Kebakaran hebat melanda pemukiman warga di kawasan pasar Jagong Jeget, insiden aksi penyelamatan dramatis terjadi saat dua orang anak terjebak di lantai dua rumah yang terbakar.
Saksi sekaligus korban kebakaran, Julpikar (30), menceritakan detik-detik mencekam saat dirinya berusaha menyelamatkan para korban.
Kejadian bermula ketika Julpikar yang sedang berada di dalam rumah mendengar teriakan warga dari luar.
“Begitu keluar, saya melihat api sudah membesar. Ada dua anak korban yang terjebak di atap atau lantai dua,” ujar Julpikar.
Melihat situasi kritis tersebut, Julpikar langsung berinisiatif membantu dua warga yang terjebak di atap rumah.
Ia meminta sang kakak yang berada di lantai dua untuk melempar adiknya yang masih balita agar bisa ditangkap dari bawah.
“Kakaknya sempat sanksi (ragu-ragu) takut adiknya tidak tertangkap. Tapi saya yakinkan, ‘Nggak apa-apa, lempar saja!’. Alhamdulillah, si balita berhasil saya tangkap,” jelasnya.
Balita yang mengalami luka melepuh di bagian pipi akibat hawa panas itu kemudian diserahkan kepada tetangga untuk diamankan.
Setelah menyelamatkan balita tersebut, Julpikar kembali ke lokasi kebakaran untuk membantu sang kakak. Namun, naas sang anak telah melompat terlebih dahulu sebelum berhasil ditangkap dari bawah.
“Dia sudah terlanjur melompat dan jatuh ke dalam paret (selokan) dalam kondisi pingsan. Saya bersama Pak Darsan dan seorang pedagang molen langsung menggotong korban ke rumah tetangga,” tambahnya.
Kedua korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Daerah (RSUD) Takengon untuk mendapatkan perawatan medis.
Selain fokus menyelamatkan anak tetangganya, Julpikar harus merelakan rumah beserta seluruh barang berharganya yang habis dilahap si jago merah.
Api yang merembet begitu cepat membuat Julpikar hanya sempat menyelamatkan istri dan kedua anaknya yang berada di dalam rumah.
“Barang-barang sudah tidak bisa diselamatkan lagi karena api sangat besar dan situasi panik. Yang penting anak dan istri saya selamat,” tutur pria yang sehari-hari bekerja sebagai petani ini.
Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran yang menghanguskan 96 rumah itu belum diketahui pasti.
Julpikar menambahkan, korban yang dirawat di RSUD Datu Beru tersebut tinggal di rumah sewaan di kawasan pasar Jagong Jeget sekitar lima bulan.
api yang semula dari rumah korban merembet ke rumah sekitarnya belum diketahui penyebabnya, karena saat Julpikar membantu korban, kobaran api di lantai satu sudah membesar.
“Kalau penyebab pastinya gak tahu bang, tapi memang pertama kali api dari rumah kakak yang kami selamatkan tadi,” tambahnya.
Atas musibah yang menimpanya, Julpikar menyampaikan rasa terima kasih kepada warga dan donatur yang telah memberikan bantuan untuk para korban terdampak.
Plt Direktur RSUD Datu Beru Takengon, dr Indra Wahyudi MKM, menyampaikan bahwa dua pasien korban kebakaran Jagong Jeget merupakan satu keluarga adik dan kakak.
Adiknya berusia dua tahun bernama Muhammad Ibrahim Raisi dan kakaknu berusia 22 tahun bernama Kalika Nevertiti
Berdasarkan cerita keluarga, dr Indra menerangkan saat kejadian keduanya tengah tidur di lantai dua dengan posisi sang kakak memeluk adiknya.
Saat terbangun, api sudah membesar, bahkan bara api mengenai bagian wajah adiknya. Keduanya tidak bisa turun karena api membesar dari lantai satu.
“Mereka teriak minta tolong, dan melemparkan adiknya kepada warga dibawah, sementara kakaknya yang berusia 22 tahun melompat ke luar terkena selokan dan bara api,” terang dr Indra.
Dr Indra menjelaskan, keadaan keduanya semakin membaik, adiknya luka bakar di bagian wajah dan kaki, sementara kakaknya di bagian betis dan telapak kaki.
“Sore tadi, keadaan mereka semakin membaik dan sedang tidur, artinya mereka bisa istirahat, rasa sakitnya ada perubahan semakin membaik,” katanya.(*)
Laporan: Romadani





