Di Huntara Tunyang, Doa Bersama Wabub Armia Menjadi Penopang Harapan Penyintas

Aktual Aceh

Wakil Bupati Bener Meriah, Armia Foto : Setdakab Bener Meriah

BENER MERIAH : Di tengah deretan hunian sementara yang berdiri di Kampung Tunyang, Kecamatan Timang Gajah, suara doa mengalun pelan, Kamis, 9 April 2026 lalu. Warga yang masih bertahan di tenda-tenda pengungsian itu berkumpul dalam pengajian Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) tingkat kabupaten, sebuah ruang kecil untuk menambatkan harapan setelah bencana.

Wakil Bupati Bener Meriah hadir di antara mereka. Ia tak hanya datang sebagai pejabat, tetapi juga sebagai penyemangat bagi warga yang masih berjibaku dengan sisa-sisa musibah. Dalam sambutannya, ia menyebut pengajian seperti ini lebih dari sekadar rutinitas keagamaan.

“Ini bukan hanya soal ibadah, tapi juga tentang menguatkan hati dan menjaga persaudaraan,” ujarnya. Menurut dia, pelaksanaan kegiatan di kawasan hunian sementara menjadi simbol kehadiran moral bagi para penyintas.

Di hadapan jamaah, Wakil Bupati mengajak warga untuk tetap bersabar. Ia menyadari, hidup di huntara bukan perkara mudah. Namun ia menekankan bahwa masa sulit itu bukan akhir dari segalanya.

“Setiap ujian pasti ada hikmahnya. Dengan kebersamaan dan doa, kita bisa melewati ini,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Bener Meriah, ia melanjutkan, tengah berupaya mempercepat pemulihan pascabencana. Salah satu fokusnya adalah penyediaan hunian tetap yang layak bagi warga terdampak. Ia meminta dukungan masyarakat agar proses itu berjalan tanpa hambatan.

Di sela kegiatan, pengajian diisi dengan tausiah keagamaan yang menekankan pentingnya memperdalam ilmu agama dan memperbaiki akhlak. Bagi warga, momen ini menjadi jeda dari rutinitas berat di pengungsian—sekaligus pengingat bahwa mereka tidak sendiri.

Acara tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat daerah, di antaranya Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh, dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Bener Meriah, Khairmansyah, serta unsur Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU), Kementerian Agama, dan para pengurus BKMT dari berbagai kecamatan.

Menjelang akhir acara, doa bersama dipanjatkan. Di antara harap yang lirih, warga menitipkan keselamatan, kesehatan, dan masa depan yang lebih pasti serta sesuatu yang kini terasa sederhana, namun begitu berarti.(*)

Laporan : Afrian Termulo

BERITA TERKAIT