BENER MERIAH : Ketua Harian Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bener Meriah, Hidayat mengatakan para atlet kabupaten itu terancam tidak ikut dalam Pekan Olahraga Aceh (PORA) ke XV pada September 2026 di Kabupaten Aceh Jaya.
Hal itu kata dia karena Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bener Meriah hanya memplotkan anggaran kegiatan PORA senilai Rp 200 juta dari usulan yang disampaikan KONI setempat sebesar Rp 2 miliar.
Menurut Hidayat, anggaran senilai Rp 200 juta itu adalah bentuk penghinaan terhadap para atlet yang lolos PORA usai melaksanakan Pra PORA tahun 2025 lalu.
“Ini adalah bentuk penghinaan terhadap atlet. Dan anggaran yang diberikan tahun ini merupakan paling terburuk dalam sejarah Kabupaten Bener Meriah,” kata Dayat kepada wartawan Aktual Aceh, Sabtu, 28 Maret 2026.
Mengingat pelaksanaan PORA tahun 2022 yang berlangsung di Pidie, kata Dayat, Pemkab Bener Meriah ketika itu mengesahkan anggaran sebesar Rp 1,8 miliar, namun tidak termasuk pakaian atlet dan bonus bagi atlet yang berprestasi.
“Artinya, anggaran Rp 1,8 miliar saja tidak mencukupi kebutuhan, apalagi 200 juta. Sangat jauh dari kata cukup mengingat banyaknya cabang olahraga Bener Meriah lolos ke PORA 2026,” ucapnya.
Untuk PORA 2026, Dayat menyebutkan sebanyak 117 atlet yang lolos dari berbagai cabang olahraga hasil seleksi Pra PORA tahun 2025 seperti, volly ball, karate, tinju, sepeda, petanque, arung jeram dan kempo.
Kemudian basket, pencak silat, taekwondo, atletik, bulu tangkis, perbakin, tarung derajat, dayung, muaythai, sepak takraw, panahan, futsal, anggar, whusu dan IMI grass track.
“Namun dalam jumlah cabang olahraga ini masih ada penundaan seleksi Pra PORA lantaran bencana tahun lalu. Yang positif lolos PORA sebanyak 13 cabang olahraga,” sebutnya.
Namun demikian, kata Dayat, meski lolos PORA 2026, para atlet Bener Meriah terancam tak bisa ikut dalam pelaksanaan perhelatan akbar di Kabupaten Aceh Jaya mengingat anggaran tidak mencukupi.
“Jika tahun ini kita tidak bisa ikut, dalam aturan baru, maka Bener Meriah disanksi dua kali PORA tak bisa tampil, dan itu resiko. Namun demikian, KONI saat ini sedang melakukan koordinasi dengan pihak – pihak terkait terkait anggaran yang diberikan,” ucap Dayat.
Disisi lain, ia menilai, pemerintahan saat ini di bawah Bupati Tagore Abubakar terkesan seperti tidak mendukung olahraga serta prestasi atlet. Meski memberikan anggaran, kata Dayat, itu hanya sebagai bentuk penghinaan.(*)
Laporan : Aprian Termulo





